Alamat : PP MATHLA'UL FALAH Jl. Jaro Salim No.415 Sindang Anom Sekampung Udik Lampung Timur Hp.081369704578

Jumat, 02 November 2012

makalah tentang kurikulum

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang Masalah
Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, para pengambil kebijakan di daerah  dan para pendidik selama ini telah berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada setiap satuan pendidikan untuk menghasilkan lulusan (school leavers) seperti diamanatkan dalam UUD 1945, yaitu manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas, terampil, dan berahlak mulia. Euphoria desentralisasi pendidikan di Indonesia sejak tahun 2000 masih belum menunjukkan hasil optimal.
Usaha perbaikan kualitas pendidikan ini terwujud sejak dikeluarkannya Surat Edaran Mendiknas No. 33/MPN/SE/2007 tertanggal 13 Pebruari 2007 tentang pembentukan Tim Pengembangan Kurikulum (TPK) yang ditujukan pada semua unit utama di lingkungan Depdiknas, semua gubernur, dan semua Bupati/Walikota bahwa semua sekolah diharapkan paling lambat pada tahun ajaran 2009-10 harus sudah menetapkan dan menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang merupakan perwujudan pelaksanaan Permendiknas (No. 24/2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No.22/2006 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah dan Permendiknas No.23/2006 tentang Standar Kemampuan Lulusan).
Dengan demikian, maka keberadaan kurikulum sangat penting artinya bagi keberlangsungan proses pendidikan  dan proses pencapaian berbagai kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik..
B.     Identifikasi  Masalah
1.    Apa sebenarnya yang dapat dipahami dari kurikulum?
2.    Apa saja yang menjadi karakteristik kurikulum?
3.    Adakah hubungan antara kurikulum dengan pembelajaran?


BAB I
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Kurikulum
            Kalau ditelusuri secara kebahasan, kata kurikulum berasal dari bahasa latin currerr, yang berarti lapangan perlombaan lari. Kurikulum juga bias berasal dari kata curriculum yang berarti a running caourse, dan daam bahasa perancis dikenal dengan courier brarti to run (berlari).[1]
Dalam perkembngannya, kurikulum mengalami penafsiran yang beragram  dari para ahli pendidikan. Sebelumnya kurikulum pernah diartikan sebagai rencana pembelajaran, yang terbagi menjadi rencana pembelajaran minimum dan rencana pembelajaran terurai. Pada tataran implementasinya, rencana pembeljaran tersebut  tidak semata-mata  hanya membicarakan proses pengajaran saja, melainkan juga membahas cakupan yang lebih luas lagi, yaitu berbicara mengenai masalah pendidikan. Oleh karena, istilah “renacana pelajaran” ternyata belum bisa mewakili apa yang disebut dengan kurukulum tersebut.
            Secara terminologi, kurikulum berarti suatu program pendidikan yang berisikan berbagi bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dn dirancangkan secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan.[2]
            Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) , nomor 20 tahun 2003 disebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
            Dengan demikian, maka keberadaan kurikulum sangat penting artinya bagi keberlangsungan proses pendidikan  dan proses pencapaian berbagai kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik.

            Banyak para ahli memberikan pengertian tentang kurikulum, yang pada intinya kurikulum itu ada  disebabkan oleh suatu usaha yang teratur yang dimulai dengan ide yang terumus yang baik, dikembangkan dalam rencana tertulis  dan dilaksanakan dalam menunjukkan hasil tertentu.

IMPLEMENTASI
PROSES
a.    Pengaturan Tujuan Isi dan Bahan Pelajaran
b.    Pengaturan cara yang digunakan
c.    Evaluasi
d.   Sebagai pedoman penyelenggaraan  kegiatan pendidikan
            Mengacu pada batasan pengertian dalam UUSPN N0.20 Tahun 2003 tersebut dan berbagai sumber yang ada, maka kurikulum memiliki unsur-unsur sebagai berikut :

IDE
SEPERANGKAT PERENCANAAN
Text Box: TUJUAN  YANG HENDAK DICAPAI
 














B.     Fungsi  dan karakteristik kurikulum

      Sebelum pembahasan tentang fungsi kurikulum, terlebih dulu akan penulis jelaskan apa yang dimaksud dengan fungsi itu sendiri. Kata fungsi berasal dari bahasa inggris function yang mempunyai banyak arti , diantaranya jabatan, kedudukan, kegiatan dan sebagainya. Dengan demikian yang dimaksud dengan fungsi kurikulum adalah mengulas tentang kedudukan kurikulum sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran.
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa kurikulum (berdasarkan UUSPN No.20 Tahun 2003) merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan  kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pada pengertian tersebut, maka dapat dikatakan  fungsi kurikulum  itu berkaitan  dengan komponen-komponen yang telah disusun, mengarah pada tujuan pendidikan  (standar kompetensi dan kompetensi dasar). Komponen-komponen yang dimaksud dalam definisi tersebut adalah :
1.      Apakah seperangkat rencana tersebut sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan dicapai ?
2.      Apakah komponen kompetensi yang tersusun dalam kurikulum itu sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai?
3.      Apakah metode (cara) yang dipilih berfungsi pula untuk mencpai kompetensi  yang akan dicapai?
4.      Apakah para penyelenggara pendidikan berfungsi pula dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tujuan pendidikan?

Selain itu, kurikulum juga memiliki fungsi tersendiri sebagaimana karakteristik dari kurikulum tersebut yakni curriculum as subject matter, curriculum as experience, curriculum as intention, curriculum as cultural reproduction dan curriculum as currere.[3]
1.      curriculum as subject matter
Kurikulum sebagai bahan ajar (subjec matter) merupakan gambran dari suatu kurikulum sebagai bahan untuk membentuk kerangka isi materi (contents)  untuk disampaikan dan dilatihkan kepada siswa. Dalam konteks ini, kurikulum berfungsi sebagai acuan untuk menentukan bahan ajar  apakah yang akan disampaikan dan dilatihkan kepada siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah direncanakan dan ditetapkan.
2.      curriculum as experience
Kurikulum sebagai seperangkat pengalaman merupakan gambaran bahwa kurikulum yang disusun dapat memberikan  peluang kepada siswa untuk melakukan pembelajaran, atas dasar pengalaman meraka (learning by experiences). Melalui pengalaman-pengalaman, siswa akan dapat memperoleh  banyak bentuk belajar dan dalam hal ini guru meposisikan diri sebagai fasilitator untuk mengeksplorasi pengalaman-pengalaman siswa tersebut. Dalam konteks ini, kurikulum berfungsi sebagai instrument  untuk memerikan peluang kepada siswa untuk memulai pembelajaran atas dasar pengalaman-penglalaman  yang telah diperolehnya untuk kemudian didiskusikan dengan teman-temanya dalam proses pebelajaran.
3.      curriculum as intention
Kurikulum sebagai suatu rencana memiliki 2 (dua)  bagian. Pertama, kurikulum berisikan suatu rencana yang harus dipelajari oleh sisiwa. Kedua , kurikulum sebagai pernyataan-pernyataan  tentang apa yang harus dicapai  siswa dalam proses pembelajaran.  Dalam hal ini kurikulum berfungsi  sebagai alat untuk mendeskripsikan rencana pembelajaran dan hasil yang akan dicapai dalam proses pembelajaran tersebut.
4.      curriculum as cultural reproduction
Kurikulum sebagai sebuah alat reproduksi budaya merupakan gambaran bahwa dalam kurikulum  hendaknya bisa memuat  berbagai hal yang terkait dengan  penguatan dan penumbuhan budaya suatu masyarakat tertentu dimana siswa atau madrasah itu berada. Dalam kontek ini, kurikulum berfungsi sebagai instrument  untuk dapat melestarikan  nilai-nilai dan budaya  yang berkembang dalam suatu komunitas masyarakat dimana madrasah itu berada.
5.      curriculum as currere
Kurikulum as currer berasal dari bahasa latin yang diterjemahkan dengan running of the race. Hal ini menekankan pada kapasiitas individu untuk berpartisipasi dan mengkonsepsikan  kembali pengalaman hidup mereka. Dengan demikian, kurikulum dalam kontek curriculum as currere ini berfungsi  sebagai alat untuk melihat sekaligus  membentuk karakteristik siswa dalam pembentukan kejernihan pemikiran mereka.

C.   Model-model Kurikulum

            Ada  empat model dalam kurikulum yaitu ; 1. Kurikulum Subyek akademik  (KSA), 2. Kurikulum humanistic 3. Kurikulum Rekontruksi Sosial 4.Kurikulum  teknologi.

1.      Kurikulum subyek akademik (KSA)
            Kurikulum Subyek Akademik (KSA) bersumber dari pendidikan klasik  yang berorentasi pada masaid lalu. KSA sebagai kurikulum lebih mengutamakan isi pendidikan dari pada yang lain serta belajar adalah menguasai ilmu sebanyak-banyaknya.
            Orang yang berhasil  dalam belajar adalah orang-orang  yang menguasai seluruh atau sebagian besar isi pendidikan  yang diberikan atau disiapkan oleh guru.    
a.       Ada beberapa pendekatan dalam perkembangan kurikulum subyek akademik yaitu :
1). Pendekatan pertama, melanjutkan pendekatan struktur pengetahuan
2). Pendekatan kedua, studi yang besrifat Integratif.
Hal ini merupakan respon terhadap perkembangan masyarakat yang menuntut model-model pengetahuan yang lebih komprehensif.
3). Pendekatan yang ketiga, pendekatan yang bersifat fundamentalis.

b.      Ciri-ciri kurikulum subjek akademis
1).Tujuan KSA adalah memberi pengetahuan yang solid, serta melatih  siswa menggunakan ide-ide dan proses penelitian.
                   2).Menggunakan metode ekspositori dan inkuiri.
3)   Bentuk evaluasi bervariasi disesuaikan dengan tujuan dan sifat mata pelajaran. Dalam bidang studi humaniora  digunakan bentuk essay test
c.       Pemilihan Disiplin Ilmu
Mengatasi masalah displin ilmu meliputi :
1).Mengusahakan adanya penguasaan yang menyeluruh dengan menekankan pada bagaimana cara menguji kebenaran atau mendapatkan pengetahuan.
2).Mengutamakan kebutuhan masyarakat dan aspek-aspek dari disiplin ilmu yang sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat.
 
2.      Kurikulum Humanistik
            Berdasarkan konsep aliran pendidikan pribadi (John Dewey dan J.J. Rousseau) Siswa sebagai subjek yang menjadi pusat kegiatan pendidikan (menekankan peranan siswa) dan tujuan pengajaran: memperluas kesadaran diri sendiri dan mengurangi kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan.
 
a.       Aliran pendidikan humanistic
1)      Konfluen: menekankan keutuhan pribadi (pikiran, perasaan, tindakan)
2)      Kritikisme radikal: membantu anak menemukan dan mengembangankan sendiri segala potensi yang dimilikinya
3)      Mistikisme modern: menekankan latihan dan pengembangan kepekaan perasaan, kehalusan  budi pekerti
b.      Karakteristik kurikulum humanistik
1)      Tujuan pendidikan: proses perkembangan pribadi yang dinamis
2)      Menuntut hubungan yang emosional yang baik antara guru dan murid
3)      Prinsip: menekankan integrasi intelektual, emosional, dan tindakan
4)      Evaluasi mengutamakan proses dari pada hasil. Tidak ada kreteria. Penilaian bersifat subjektif
3.      Kurikulum Rekunstruksi Sosial
            Kurikulum Rekuntruksi social ini memusatkan perhatian pada problem yang terjadi di masyarakat . dan bersumber pada aliran interaksional; pendidikan bukan upaya sendiri melainkan kegiatan bersama, interaksi, kerja sama. Tokoh-tokoh yang terkenal dalam kurikulum rekontruksi Sosial diantaranya ; Harold Rug, Theodore Brameld
a.       Ciri-ciri kurikulum Rekontruksi Sosial
1)      Asumsi
2)      Materi pelajaran masalah-masalah social yang mendesak.
3)      Pola –pola organisasi
b.      Komponen kurikulum Rekontruksi Sosial
Tujuan dan isi Kurikulum
1)   Mengadakan survey secara kritis terhadap masyarakat.
2)   Mengadakan studi tentang hubungan antara keadaan ekonomi local dan ekonomi nasional.
3)   Mengkaji praktik politik dalam hubungannya dengan factor ekonomi.
4)   Memantapkan rencana perubahan praktik politik.
5)   Mengevaluasi semua rencana dengan kreteria.
c.       Metode
Dalam pengajaran rekontruksi social para pengembang kurikulum berusaha mencari keselarasan antara tujuan-tujuan nasional dengan tujuan siswa.
Bagi rekontruksi social belajar merupakan kegiatan bersama, adanya ketergantungan antara seorang dengan lannya. Dan dalam kegiatan belajar tidak adanya kompetisi , yang ada adalah kerja sama dan consensus.
d.      Evaluasi
Dalam Evaluasi kurikulum rekontruksi sosila ; melibatkan siswa dalam memilih, menyusun, dan menilai bahan yang akan diujikan serta evaluasi menilai, apa yang dikuasai siswa dan pengaruh kegiatan sekolah terhadap masyarakat

4.      Kurikulum Teknologik
            Kurikulum ini mengacu pada perkembangan teknologi .Pemanfaat teknologi dalam pembelajaran;
a.   Bentuk hardware/ perangkat keras disebut teknologi alat (tools technology)
b.   Bentuk software/ perangkat lunak disebut teknologi sitem (system technology)
Sedangkan ciri-ciri kurikulum teknologik sebagai berikut :
a.       Tujuan; penguasaan kompetensi yang dirumuskan dalam bentuk perilaku
b.      Metode; kegiatan pembelajaran dipandang sebagai proses mereaksi terhadap stimulus yang diberikan, bila terjadi respons sesuai harapan, maka respons tersebut diperkuat.
c.       Evaluasi dilakukan setiap saat (pada akhir satuan pelajaran maupun semester
5.      Komparasi 4 model kurikulum;
a.  Tujuan
Ø  Kur. Subjek akademik: memberi pengetahuan yang solid, serta melatih siswa menggunakan ide-ide dan proses penelitian.
Ø  Kur. Humanistik: proses perkembangan pribadi yang dinamis
Ø  Kur. Rekonstrusi sosial: memperluas kesadaran diri sendiri dan mengurangi kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan
Ø  Kur. Teknologi:penguasaan kompetensi yang dirumuskan dalam bentuk perilaku
b.      Isi
Ø Kur. Subjek akademik: diambil dari setiap disiplin ilmu
Ø Kur. Humanistik: pengetahuan yang menekankan integrasi intelektual, emosional, dan tindakan
Ø Kur. Rekonstrusi sosial:masalah sosial yang mendesak
Ø Kur. Teknologi: berbagai disiplin ilmu, perkembangan teknologi, Pemanfaat teknologi dalam pembelajaran;
c.       Strategi
Ø Kur. Subjek akademik: metode ekspositori dan inkuiri.
Ø Kur. Humanistik: strataegi yang menekankan  hubungan emosional yang baik antara guru dan murid
Ø Kur. Rekonstrusi sosial: strategi yang dapat menyelaraskan antara tujuan nasional dengan tujuan siswa
Ø Kur. Teknologi: kegiatan pembelajaran dipandang sebagai proses mereaksi terhadap stimulus yang diberikan, bila terjadi respons sesuai harapan, maka respons tersebut diperkuat.
d.      Evaluasi
Ø  Kur. Subjek akademik: bervariasi disesuaikan dengan tujuan dan sifat mata pelajaran. Dalam bidang studi humaniora  digunakan bentuk essay test
Ø  Kur. Humanistik: mengutamakan proses dari pada hasil. Tidak ada kreteria. Penilaian bersifat subjektif
Ø  Kur. Rekonstrusi sosial: melibatkan siswa dalam memilih, menyusun, dan menilai bahan yang akan diujikan
Ø  Kur. Teknologi: Evaluasi dilakukan setiap saat (pada akhir satuan pelajaran maupun semester)

D.  Kurikulum dn Pembelajaran

            Setelah kita mengetaui  tentang kurikulum dan model-modelnya  tentunya kita ingin mengetahui lebih lanjut tentang hubungan kurikulum  pembelajaran , ataupun  sebaliknya hubungan antara pembelajaran dengan kurikulum.
            Proses belajar mengajar pada dasarnya merupakan interaksi siswa dengan lingkungan belajar yang dirancang sedemikian  rupa untuk mencapai tujuan pembelajaran, yakni kemampuan yang diharapkan siswa setelah selesai mengikuti pengalaman belajarnya. Perubahan tingkah laku mencangkup ketrampilan dan kebiasaan, pengetahuan, pengertian serta sikap dan cita-cita.
            Sebagian menganggap bahwa ketrampilan mencangkup ketrampilan inteletual, strategi kognigtif, informative verbal, sikap dan ketrampilan. Yang semuanya menurut Benyamin Bloom dinamakan ranah kognitif, afektif, psikomotor .[4]
            Perubahan tingkah laku diperoleh murid  melalui pembelajaran yakni interaksi individu dengan lingkungannya. Agar perubahan tersebut lebih terarah kepada tujuan yang jelas maka perlu persiapan bahan  baik berupa mata pelajaran, berbagai ketrampilan maupun pengalaman lainnya. Bahan atau program tersebut tidak lain adalah kurikulum. Karenanya kurikulum berfungsi sebagai alat dan sekaligus sebagai tujuan pembelajaran.
            Karena kurikulum adalah alat dan sekaligus sebagai tujuan pembelajaran. Menurut Hilda taba menyatakan  bahwa setiap kurikulum biasanya terdiri dari : Tujuan isi, pola belajar-mengajar dan evaluasi.[5]
            Pandangan Hilda Taba ini diikuti oleh banyak ahli pendidikan diantaranya Tyler yang menyatakan identik dengan pembelajaran.[6]. Pembelajaran atau pengajaran ini tidak terbatas hanya untuk proses belajar mengajar suatau bahan pelajaran atau pokok bahasan, tetapi bias untuk bidang studi atau pengajaran pada suatu jenjang sekolah.
            Dengan demikian kurikulum bisa diartikan sebagai rencana atau program yang dituangkan dalam bentuk program pendidikan. Sedangkan pelaksanaan kurikulum melalui proses belajar mengajar atau pembelajaran. Artinya operasionalisasi pendidikan melalui kurikulum dan operasionalisasi kurikulum melalui pembejaran atau pengajaran.







PENDIDIKAN
Text Box: KURIKULUMText Box: PEMBELAJARAN ATAU PENGAJARAN 
































BAB III
KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.      kurikulum berasal dari bahasa latin currerr, yang berarti lapangan perlombaan lari. Kurikulum juga bias berasal dari kata curriculum yang berarti a running caourse, dan daam bahasa perancis dikenal dengan courier brarti to run (berlari). Sedangkan Kurikulum menurut para ahli dapat disimpulkan bahwa kurikulum adalah  suatu usaha yang teratur yang dimulai dengan ide yang terumus yang baik, dikembangkan dalam rencana tertulis  dan dilaksanakan dalam menunjukkan hasil tertentu.
2.      Karakteristik dari kurikulum tersebut yakni :
a.       curriculum as subject matter
b.      curriculum as experience
c.        curriculum as intention
d.       curriculum as cultural reproduction dan curriculum as currere
3.      Ada  empat model dalam kurikulum yaitu ;
a.   Kurikulum Subyek Akademik  (KSA)
b.   Kurikulum Humanistic
c.   Kurikulum Rekontruksi Sosial
d.   Kurikulum  Teknologi.
  4. Hubungan antara kurikulum dengan pembelajaran adalah kurikulum bisa diartikan sebagai rencana atau program yang dituangkan dalam bentuk program pendidikan. Sedangkan pelaksanaan kurikulum melalui proses belajar mengajar atau pembelajaran. Artinya operasionalisasi pendidikan melalui kurikulum dan operasionalisasi kurikulum melalui pembejaran atau pengajaran








DAFTAR PUSTAKA

Departemen Agama RI , Panduan Pengembangan Kurikulum, Jakarta, MP3A,  th, 2005
Dakir, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, Jakarta, Rineka Cipta, Tt. 2004 
  Fuaduddin, M.Ed & Sukama Karya, Pengembangan dan Inovasi Kurikulum, Jakarta, Direktorat   Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 1998


[1].Departemen Agama RI , Panduan Pengembangan Kurikulum, Jakarta, MP3A,  th, 2005 h.1
[2].Dakir, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, Jakarta, Rineka Cipta, Tt. 2004 h. 3
[3]. Op.cit , h.4
[4]. Fuaduddin, M.Ed & Sukama Karya, Pengembangan dan Inovasi Kurikulum, Jakarta, Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 1998, h.5
[5]. Ibid
[6]. Ibid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar